Mengapa Pendana Harus Pahami Profil Risiko Sendiri?

  • Whatsapp

Mengembangkan dana adalah jalan terbaik bagi Anda dalam mengelola keuangan. Namun, sebelum memulai mengembangkan dana, Anda harus memahami profil risiko terlebih dahulu.

Read More

Sekarang ini, Anda bisa mengembangkan dana di fintech pendanaan bersama sebagai pemberi pinjaman, di mana Anda hanya perlu modal seratus ribu sudah bisa menjadi pendana.

Namun, apakah semua orang tepat untuk menjadi pemberi dana di fintech pendanaan bersama atau P2P lending? Jawabannya tidak. Karena, harus dilihat lagi profil risiko Anda.

Tidak semua orang bisa menoleransi risiko tinggi dalam pengembangan dana. Untuk itulah sebaiknya memahami terlebih dahulu profil risiko sebelum menanamkan uang di produk pengembangan dana seperti aplikasi investasi terbaik P2P lending Amartha.

Apa itu profil risiko?

Profil risiko adalah evaluasi terhadap kemampuan individu dalam mengambil risiko. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda dan ini juga membuat profil risiko tiap orang tidak akan sama.

Penting untuk mengetahui profil risiko karena saat mengalokasikan dana, Anda harus memilih jenis pengembangan dana yang tepat untuk portofolio Anda. Apakah menguntungkan atau justru membuat Anda rugi.

Sering kali terjadi, para pengembang dana pemula lebih fokus ke high return. Padahal seharusnya harus bisa memahami terlebih dahulu akan prinsip high risk dan high return dalam mengembangkan dana. Di mana keuntungan yang tinggi umumnya akan diiringi oleh risiko yang tinggi juga.

Pemula yang memikirkan high retrun saja tidak membayangkan high risk yang menyertai. Jadi, tak heran jika banyak yang jatuh saat mengalami risiko besar pengembangan dana.

Inilah mengapa profil risiko penting karena secara langsung menggambarkan diri Anda ketika menghadapi risiko yang terjadi dalam pengembangan dana. Seberapa besar Anda bisa bertahan apabila terjadi masalah.

3 Kategori Profil Risiko

Dalam dunia pengembangan dana dikenal tiga kategori profil risiko yaitu konservatif, moderat dan agresif.

1. Konservatif

Profil risiko konservatif cenderung untuk memilih mengembangkan dana secara aman dengan hasil yang sudah jelas. Bisa dikatakan, profil risiko konservatif ini tidak menyukai risiko. Lebih berupaya melindungi nilai portofolio pengembangan dana dengan mengembangkan dana dalam sekuritas yang berisiko rendah seperti pasar uang, saham blue chip, deposito, obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Imbasnya adalah potensi hasil pengembangan dana lebih terbatas.

2. Moderat

Profil risiko moderat lebih berani mengambil risiko besar tapi tetap berhati-hati dalam memilih jenis pengembangan dana dan cenderung menahan jumlah dana di instrumen berisiko.

Profil ini memiliki toleransi yang lebih besar terhadap risiko daripada konservatif tetapi tidak sebanyak agresif. Lebih bersedia menyerahkan sedikit lebih banyak pada likuiditas dan keamanan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Profil ini nyaman dengan pengembangan dana jangka menengah hingga panjang dari 5 hingga 10 tahun.

Jenis instrumen pengembangan dana yang cocok untuk profil risiko moderat adalah sebagian kecil saham, pendapatan tetap, sukuk, obligasi, atau reksa dana campuran (berisi pasar uang, saham, obligasi).

3. Agresif

Profil risiko ini lebih berani mengambil risiko yang tinggi. Dan profil agresif ini lebih berani menempatkan dananya di instrumen yang berisiko.

Instrumen pengembangan dana yang cocok dengan profil risiko agresif adalah reksa dana saham, saham, bitcoin, forex.

Namun, perlu diingat bahwa ketiga profil risiko di atas bisa berubah seiring usia dan fase kehidupan. Misalnya, sekarang ini Anda belum menikah, barangkali memiliki toleransi tinggi terhadap risiko pengembangan dana. Begitu Anda menikah, akan lain lagi karena Anda akan lebih berhati-hati dalam mengembangkan dana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Kesimpulan

Sebelum memilih menjadi pendana di fintech 2021 pendanaan bersama atau P2P lending, baiknya Anda mengetahui tujuan dan profil risiko terlebih dahulu. Ukurlah kemampuan diri Anda sendiri agar menghindari ketidaknyamanan risiko, stres, menyesal di kemudian hari. Pilihlah instrumen investasi terbaik untuk pemula yang sesuai kategori profil risiko, jangan sekadar ikut-ikutan. Dan jangan lupa untuk mengecek lagi profil risiko secara periodik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *